Saturday, October 11, 2014

Jikalau saya menjadi menteri koperasi

            Menjadi seorang menteri bukanlah perkara yang mudah, saya ambil contoh salah satunya adalah menjadi menteri koperasi. Merujuk pada topik artikel ini, yaitu “Jikalau saya jadi menteri koperasi” sebenarnya saya tidak begitu paham dan mengerti pasti tentang keadaan koperasi saat ini, tentang perkembangannya, dan bagaimana cara orang-orang yang berwenang mengurus Koperasi itu sendiri. Yang saya tahu secara umum koperasi merupakan tempat tabungan bersama untuk masyarakat.

            Menyalonkan diri menjadi seorang menteri tentunya haruslah mengerti tentang keadaan lembaga atau organisasi itu sendiri serta mempunyai keinginan dari dalam dirinya sendiri, dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar tentunya. Dari beberapa artikel yang saya baca, partisipasi diantara anggota koperasi masih bias dibilang sangat minim. Hal ini disebabkan adanya sosialisasi yang kurang diantara anggotanya.

            Masyarakat awam yang menjadi anggota hanya tahu bahwa koperasi itu hanya melayani barang konsumsi atau simpan pinjam yang dimana masyarakat belum mengetahui esensi dari koperasi itu sendiri, bagaimana sistem permodalannya, dan bagaimana sistem kepemilikannya. Padahal sebenarnya jikalau masyarakat awam mengerti benar, mereka juga berhak berpasrtisipasi menyumbang saran demi kemajuan bersama dan ikut serta mengawasi kinerja pengurusnya. Keadaan yang seperti inilah yang patut di waspadai, karna kurangnya pengawasan dan kurangnya partisipasi antara anggota rentan lah terjadinya penyelewengan dana. Berikut ada beberapa prinsip koperasi menurut UU No.25 Tahun 1992 ;

1.      Keanggotan bersifat sukarela dan terbuka
Sukarela berarti atas kemauan sendiri tanpa adanya paksaan, seseorang menjadi anggota koperasi didasarkan pada kesadaran untuk bersama-sama secara kekeluargaan saling tolong menolong. Sedangkan terbuka berarti tidak dihalang-halangi untuk masuk atau keluar sebagai anggota, asalkan tidak mengganggu jalannya koperasi.

2.      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
Koperasi didirikan oleh anggota-anggotanya. Sesama anggota tidak boleh ada diskriminasi. Harus didasari saling menghargai satu sama lain, dan saling melayani anggota-anggota itu sendiri. Maka koperasi merupakan milik anggota (dari, oleh, dan untuk anggota)

3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
Pada pasal 34 ayat (1) UU No.12/67 dinyatakan, “Sisa Hasil Usaha adalah pendapatan koperasi yang diperoleh di dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan penyusutan- penyusutan dan biaya-biaya dari tahun buku yang bersangkutan”. SHU dibagikan anggota sesuai dengan jasa masing-masing anggota. Jika jasanya besar, maka SHU yang didapatkan juga besar. Sebaliknya, jika kinerjanya kecil maka SHU yang diterima jugalah kecil. Hal ini sesuai dengan prinsip keadilan.

4.      Kemandirian
Koperasi merupakan badan usaha yang mandiri. Tidak tergantung kepada modal yang besar, karena koperasi dilakukan secara bersama-sama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

5.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Modal koperasi dapat diperoleh dari :
a.       Dari anggota-anggotanya sendiri yang berupa simpanan.
b.      Dari SHU koperasi, yaitu bagian yang dimasukkan sebagai cadangan.
c.       Dari dana luar, seperti pinjaman.
      Modal dari anggota berupa simpan pinjam bukan bertujuan untuk memperoleh bunga yang tinggi. Oleh karenanya, bunga atas modal dibatasi yaitu sama dengan tingkat bunga umum yang dibayarkan oleh Bank Indonesia.

6.      Kerjasama antar koperasi
Kerjasama yang serasi antara usaha Negara, swasta, dan sesame koperasi perlu dikembangkan berdasarkan semangat kekeluargaan yang saling menguntungkan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemusatan kekuasaan ekonomi dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Tapi sungguh disayangkan, dari beberapa prinsip yang sudah tertera tidak sepenuhnya dijalankan dengan benar-benar. Namun, seandainya saya menjadi menteri koperasi ada beberapa tindakan yang akan saya lakukan seperti ;

a.      Mengaktifkan koperasi yang mati
Selain mendirikan koperasi yang baru, alangkah baiknya jikalau mengaktifkan koperasi yang telah mati terlebih dahulu. Data yang menunjukkan, bahwa kurang lebih 48.000 dari 177.000 berada dalam kondisi yang tidak aktif.

b.      Merubah image koperasi
Pandangan masyarakat terhadap koperasi yang dianggap ekonomi kelas dua masih tertanam jelas dalam masyarakat Indonesia  sehingga menjadi penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit yang lebih besar, maju dan ounya daya saing dengan perusahaan-perusahaan ekonomi yang besar.

c.       Pengawasan bersama
Hal ini yang sangat penting, dibutuhkannya pengawasan bersama. Yang bisa dilakukan pemerintah ialah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan koperasi memberikan laporan yang transparan kepada masyarakat. Supaya tercipta kepercayaan dari masyarakat kepada koperasi, karena menurut saya kepercayaan adalah hal mendasar yang sangat penting.

d.      Modernisasi koperasi
Karena jaman sekarang ini sudah semakin maju dan sudah banyaknya teknologi yang digunakan dalam segala bidang. Dalam hal ini saya juga akan mencoba menerapkannya dalam koperasi, saya akan buat suatu system untuk mempermudah kinerja koperasi, agar nantinya bisa memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan dalm pengurusan koperasi. Jadi tak hanya bank yang mempunyai sistem, tetapi koperasi juga memilikinya. Dengan begitu diharapkan koperasi bisa jadi lebih modern dan mengikuti jamannya. Namun, untuk memiliki sistem ini pasti dibutuhkan biaya- biaya yang memadai mungkin hal ini baru bisa dilaksanakan dikota-kota besar.

e.       Membantu dalam penyediaan dana
Meskipun sumber dana utama koperasi adalah simpanan dari anggotanya, namun koperasi juga dapat dapat melakukan pinjaman guna menambah modal koperasi. Tapi, mungkin terasa berat jikalau harus melakukan pinjaman terutama pinjaman bank. Pemerintah dalam hal ini turut membantu dalam penyediaan dana.

f.       Perbaikan SDM
Perbaikan sumber daya manusia dengan memberikan kursus yang diberikan secara rutin agar menambah kualitas dari berbagai aspek. Seperti contohnya dalam bidang psikologis untuk menambah kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalah yang tiba-tiba saja bisa terjadi. Kebanyakan anggota juga kurang solidaritas untuk berkoperasi padahal di lain pihak anggota koperasi itu tersebut banyak berhutang kepada koperasi.

g.      Memberikan penghargaan
Sesuatu yang baik sudah sepatutnya diberikan apresiasi. Pemerintah dapt membuat suatu acara penghargaan, semacam misalnya penghargaan Adipura atau sejenisnya. Tetapi menurut saya pengharagaan ini sebaiknya tidak disetai dengan hadiah uang yang besar, karena dikhawatirkan nantinya koperasi-koperasi malah akan bersaing astu sama lain, padahal koperasi semestinya berdasarkan pada asas kerja sama dan gotong royong.

h.      Partisipasi anggota
Partisipasi merupakan factor yang paling penting dalam mendukung kerberhasilan terhadap pengembangan koperasi. Dalam koperasi semua program manajemen harus memperoleh dukungan dari anggota. Pihak manajemen memerlukan berbagai informasi dari anggota khususnya informasi tentang kebutuhan dan kepentingan anggota. Informasi ini akan diperoleh jika partisipasi dalam koperasi berjalan dengan baik. Peningkatan partisipasi akan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dalam bekerja. Tanpa partisipasi anggota koperasi tidak akan dapat bekerja secara efisien dan efektif. Suatu koperasi bisa berhasil dalam kopeisi jika anggota dapat memanfaatkan kemampuannya masing-masing dan bekerjasama untuk suatu tujuan yang akan dicapai.

i.        Sosialisasi
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi harus mensosialisasikan Koperasi kepada masyarakat, misalnya melalui media iklan dan sebagainya. Dan iklan sosialisasi tersebut harus menggambarkan keunggulan dan kebaikan koperasi, supaya masyarakat pun ikut mendukung kemajuan koperasi. Saat ini menurut saya pemerintah sudah mengambil satu tindakan yang tepat, yaitu membuat lambang koperasi baru. Lambang tersebut menurut saya bagus dan tidak kuno. Tentunya ‘wajah baru’ juga harus disertai dengan program-program baru yang pro rakyat.

Itulah beberapa hal yang insyaallah akan saya jalankan jikalau saya menjadi menteri koperasi di masa yang akan datang. Sebenarnya, pemerintah yang sekarang mungkin sudah melakukan kinerja yang bagus hanya saja ada beberapa oknum yang menyalahgunakan kebijakan itu. Kepada siapapun jikalau nanti di berikan amanat tolong dijalankan dengan jujur dan penuh tanggung jawab yang besar untuk kemajuan kita bersama. Pada intinya harapan saya adalah semoga segala sesuatu kegiatan usaha di Indonesia bisa terus maju bukan hanya terus berkembang tapi maju.

SUMBER :


Wednesday, October 8, 2014

Kondisi Koperasi Di Indonesia

       Koperasi, mungkin bukan lah hal yang asing di telinga bangsa Indonesia. Tetapi dengan perkembangan zaman peranan koperasi terus terkikis dengan berbagai jenis usaha perekonomian yang pada masa kini semakin berkembang. Kebangkitan koperasi Indonesia setapak demi setapak terus bertindak. Diawali dengan pembersihan karak daki warisan orde lama, disusul dengan pembenahan organisasi yang telah porak poranda dan peningkatan sumber daya manusia. Fajar semakin dekat dengan keluarnya UU No. 12/1967.
       Pada zaman dahulu koperasi hanya menekan pada kegiatan simpan pinjam. Namun, keadaan seperti ini dirasa cukup sulit di Indonesia. Walaupun banyak koperasi dalam posisi kuat dan menguntungkan,diluar dari itu semua masih ada beberapa koperasi dalam kondisi lemah dan sangat tergantung dana dari pihak pemerintah. Untuk menuju keadaan yang lebih baik mungkin diperlukan pengawasan yang lebih ketat serta membentuk asuransi. Kemudian setelah koperasi simpan pinjam, koperasi berkembang menjadi koperasi serba usaha yang juga menyediakan barang-barang konsumsi. Namun, sekarang koperasi Indonesia mulai merambah pada penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi.
       Koperasi menjadi salah satu unit ekonomi yang punya peran besar dalam memakmurkan masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan sampai sekarang. Hanya saja perkembangan koperasi di Indonesia walaupun terbilang lumayan pesat tetapi pekembanganya tidak sepesat di negara – negara maju ,ini dikarenakan beberapa hal yaitu:
1.  Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak orang – orang Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar ,maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar.
2.  Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up) tetapi dari atas (top down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
3.  Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.
4.  Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. contohnya banyak terjadi pada KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Banyak terjadi KUD yang hanya menjadi tempat bagi pengurusnya yang korupsi akan dana bantuan dari pemerintah yang banyak mengucur. Karena hal itu, maka KUD banyak dinilai negatif dan disingkat Ketua Untung Duluan.
5.  Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.

Awal mula perkembangan koperasi di Indonesia

       Struktur organisasi koperasi di Indonesia mirip dengan lembaga kemasyarakatan yang strukturnya primer sampai ke tingkat nasional. Karena hal itu, menyebabkan kurang efektifnya peran organisasi sekunder didalam membantu koperasi primer. Tidak heran, menjadi sebuah fenomena di masa akan datang yang harus diubah karena adanya perubahan pola pikir terhadap perkembangan bisnis yang ada di dunia, yaitu era globalisasi.
       Bersama awal berdirinya koperasi hanya ada koperasi simpan pinjam, sekarang telah berkembang menjadi beberapa bentuk koperasi yang ada di Indonesia yang sangat bervariasi bentuknya. Koperasi yang didirikan pada abad ke 19 awalnya belum mengalami kemajuan yang begitu pesat di karenakan faktor antara lain mungkin karena pada saat koperasi didirikan, Indonesia belum menggenggam kemerdekaan, koperasi mengalami perkembangan yang cukup pesat setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
       Koperasi di Indonesia didirikan atas dukungan pemerintah agar dapat memperluas lapangan pekerjaan, sebelum didirikannya koperasi mungkin lebih banyak pengangguran di banding dengan saat ini, dengan adanya koperasi paling tidak dapat mengurangi tingkat pengangguran di negara kita dan membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi, Informasi ini saya dapatkan yang saya dapatkan dari google bahwa sampai pada bulan november 2001 tercatat di Indonesia ada sekitar 103.000 unit koperasi, dengan jumlah keseluruhan anggotanya kurang lebih sebanyak 26.000.000 orang.

Potret Koperasi di Indonesia

            Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Jumlah koperasi aktif, juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumlah koperasi aktif per-November 2001, sebanyak 96.180 unit (88,14 persen). Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Satu catatan yang perlu di ingat reformasi yang ditandai dengan pencabutan Inpres 4/1984 tentang KUD telah melahirkan gairah masyarakat untuk mengorganisasi kegiatan ekonomi yang melalui koperasi.
            Secara historis pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program  pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman ter­sebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta  menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha  terutama KUD. Meskipun KUD harus berjuang untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, namun sumbangan terbesar KUD adalah keberhasilan peningkatan produksi pertanian terutama pangan (Anne Both, 1990), disamping sumbangan dalam melahirkan kader wirausaha karena telah menikmati latihan dengan mengurus dan mengelola KUD (Revolusi penggilingan kecil dan wirausahawan pribumi di desa).
       Jika melihat posisi koperasi pada hari ini sebenarnya masih cukup besar harapan kita kepada koperasi. Memasuki tahun 2000 posisi koperasi Indonesia pada dasarnya justru didominasi oleh koperasi kredit yang menguasai antara 55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi. Sementara itu dilihat dari populasi koperasi yang terkait dengan program pemerintah hanya sekitar 25% dari populasi koperasi atau sekitar 35% dari populasi koperasi aktif. Pada akhir-akhir ini posisi koperasi dalam pasar perkreditan mikro menempati tempat kedua setelah BRI-unit desa sebesar 46% dari KSP/USP dengan pangsa sekitar 31%. Dengan demikian walaupun program pemerintah cukup gencar dan menimbulkan distorsi pada pertumbuhan kemandirian koperasi, tetapi hanya menyentuh sebagian dari populasi koperasi yang ada. Sehingga pada dasarnya masih besar elemen untuk tumbuhnya kemandirian koperasi.
       Mengenai jumlah koperasi yang meningkat dua kali lipat dalam waktu 3 tahun 1998 –2001, pada dasarnya tumbuh sebagai tanggapan  terhadap dibukanya secara luas pendirian koperasi dengan pencabutan Inpres 4/1984 dan lahirnya Inpres 18/1998. Sehingga orang bebas mendirikan koperasi pada basis pengembangan dan pada saat ini sudah lebih dari 35 basis pengorganisasian koperasi. Kesulitannya pengorganisasian koperasi tidak lagi taat pada penjenisan koperasi sesuai prinsip dasar pendirian koperasi atau insentif terhadap koperasi. Keadaan ini menimbulkan kesulitan pada pengembangan aliansi bisnis maupun pengembangan usaha koperasi kearah penyatuan vertical maupun horizontal. Oleh karena itu jenjang pengorganisasian yang lebih tinggi harus mendorong kembalinya pola spesialisasi koperasi. Di dunia masih tetap mendasarkan tiga varian jenis koperasi yaitu konsumen, produsen dan kredit serta akhir-akhir ini berkembang jasa lainnya.
       Struktur organisasi koperasi Indonesia mirip organisasi pemerintah/lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini  telah menunjukkan kurang efektif nya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini dimasa datang harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang dengan globalisasi. Untuk mengubah arah ini hanya mampu dilakukan bila penataan mulai diletakkan pada daerah otonom.
       Berita baik pun tiba pada tahun 2011 bahwa jumlah koperasi di Indonesia meningkat hingga 5,31% daripada tahun sebelumnya. Dari 186.907 unit koperasi itu, memiliki 30.472 anggota dengan volume usaha sebesar Rp 97.276 triliun serta modal sendiri mencapai Rp 30,10 triliun. Dibandingkan dengan Desember 2008 angka pertumbuhan koperasi mencapai 20,6%. Kementerian Negara Koperasi dan UKM berharap, pertumbuhan koperasi yang tinggi akan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Terutama dalam dalam penyerapan tenaga kerja dan pembayaran retribusi termasuk pajak unit-unit usaha koperasi.
       Pertumbuhan jumlah koperasi ini seiring dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank yang per 30 Juni 2011 ini juga mengalami peningkatan. Sejak diluncurkan 2007 lalu sampai 30 Juni 2011 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp 49,9 triliun untuk 4,804.100 debitur. Adapun target penyaluran KUR tahun 2011 sebesar Rp 20 triliun kepada 991,542 debitur.

SUMBER

       

Saturday, October 4, 2014

The Tielman Brothers, Biang Rock n` Roll Dunia


      Jika ditanya siapa grup band rock tertua dan jadi ikon dalam genre musik rock, orang akan dengan mudah menjawab The Beatles atau Rolling Stones. Jika ditanya siapa musisi pertama yang memperkenalkan cara bermain musik dengan gaya atraktif, orang pun dengan gampang menyebut nama Jimi Hendrix, Jimmy Page, atau Ritchie Blackmore. Nyaris tak ada yang mau menyebut Tielman Brothers.
       Padahal, jika mengacu pada catatan sejarah, Tielman Brothers-lah yang semestinya berhak mendapat julukan sebagai biang musik rock, sekaligus sebagai grup band pertama yang memperkenalkan gaya panggung yang atraktik. Penasbihan ini bukannya tanpa alasan. Ada beberapa fakta penting yang dinilai cukup mengejutkan pada grup band yang gaya panggungnya kini mulai dikenal orang sejak kemunculan video klip di situs video sharing, Youtube.
       Pertama, konon Tielman Brother menjadi inspirasi bagi grup band legendaris asal Inggris, The Beatles. Sebelum The Beatles terkenal pada awal tahun 1960-an, Tielman Brothers sudah biasa membawakan lagu-lagu dalam irama rock and roll di sejumlah panggung Eropa, seperti di Belanda, Belgia, dan terutama Jerman. Bahkan, sebelum The Beatles lahir, rock and roll sudah menjadi salah satu ciri khas grup band beranggotakan Reggy, Andy, Phonthon, Loulou, dan Jane Tielman tersebut.
       Konon pula, saat The Beatles pertama kali manggung di Jerman, grup band itu sempat melihat penampilan Tielman Brothers yang saat itu tampil menggunakan Hofner Violin Bass, satu instrument musik yang terbilang mewah saat itu. Dan saat itulah untuk yang pertama kalinya Paul McCartney melihat Bass Violin Hofner. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 senar. Fender sengaja mengirim representatifnya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans. Tidaklah mengherankan jika kemudian Paul dikabarkan sangat mengagumi Tileman Brothers.
       Kedua, sebelum publik rock terpesona dan dibuat kagum oleh permainan atraktif dan "gila" Jimi Hendrix pada 1967, jauh-jauh hari Andy Tielman, sang frontman, vokalis, dan gitaris Tielman Brothers, sudah memulai teknik tersebut. Andy Tielman sudah memperkenalkan teknik bermain gitar dengan gaya aneh, seperti memetik gitar menggunakan gigi, kaki, atau bermain gitar di punggung pada 1956 atau lebih dari satu dasawarsa sebelum Jimi Hendrix. Tak hanya itu, merekalah yang pertama kali memulai atraksi panggung yang liar dan atraktif, seperti bermain gitar dan juga double bass sambil melompat atau berguling-gulingan, serta tentunya demo drums.
       Ketiga, seperti dikutip majalah musik Rolling Stone edisi 29, kabarnya, atraksi akrobat gitar Andy Tielman yang jauh mendahului jamannya ini sempat membuat George Harrison, gitaris The Beatles mengidolakan dirinya. Konon, George di akhir 1960-an via majalah Rolling Stone sempat menjuluki Andy Tielman sebagai "Andy, the Indo-Man" setelah terkesima menyaksikan Andy memainkan komposisi instrumental "Java Guitars" di Top To Club. Kebetulan The Beatles juga mengawali karier mereka sama halnya dengan The Tielman Brothers yaitu manggung dari klub satu ke klub lainnya di seputaran Hamburg, Jerman.
       Namun demikian, dari semua fakta-fakta tersebut, yang paling mengejutkan, khususnya bagi publik musik di tanah air adalah ternyata The Tielman Brothers berasal dari Indonesia. Meski status kewarganegaraan personel Tielman Brothers bukanlah Indonesia, melainkan Belanda, setidaknya orang Indonesia bisa berbangga, karena grup band tersebut lahir di Surabaya, yang kelak dikenal sebagai kota kiblatnya grup-grup band rock di tanah air. Siapa sebenarnya The Thielman Brothers?
Hijrah ke Belanda
       The Tielman Brothers lahir di Surabaya pada tahun 1945. Pada awal berdirinya, grup band yang personelnya terdiri atas Reggy Tielman, Andy Tielman, Phonthon Tielman, dan Loulou Tielman itu diberi nama The Timor Rhythm Brothers. Mereka adalah anak-anak pasangan Herman Tielman, seorang kapten KNIL berdarah Maluku dan Flora Lorine Hess, wanita berdarah Jerman.
       Pembentukan band itu berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti "Tiger Rag" dan "12th Street Rag". Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadikan grup band tersebut sangat popular waktu itu.
       Popularitas The Timor Rhytm Brothers membawa mereka bisa tampil di Istana Negara Jakarta, di depan Presiden Soekarno pada awal tahun 1950-an. Seiring perjalanan waktu, mereka mulai berani mengintroduksi "Guitar Boogie"-nya Arthur Smith. Dalam sebuah wawancara, frontman grup band tersebut, Andy Tielman berkata, "Ini merupakan lagu pertama di mana kami beralih ke musim rock n` roll dengan tambahan drum di dalamnya".
       Kemudian mereka memainkan sejumlah nomornya Les Paul, Elvis Presley, Little Richard, Bill Haley, Fats Domino, Chuck Berry, dan Gene Vincent. Selain bersama saudaranya, Andy juga bermain dengan Dolf de Vries dalam band The Starlights di Jakarta. Sedangkan di Sumatera ia bermain bersama saudaranya dalam band Hawaiian-nya Freddy Wehner.
       Pada suatu ketika, Andy dan saudara-saudaranya mendapat tawaran tur keliling ke seluruh daerah di Indonesia. Syaratnya, mereka cukup mengubah status kewarganegaraan, dari Belanda ke Indonesia. Namun, tawaran itu ditampik Herman Tielman, sang ayah yang sekaligus bertindak sebagai manajer band. Dalam pandangan Herman, anak-anaknya bisa berkembang menjadi lebih baik jika ia berkiprah di Belanda. Maka, pada tahun 1957, menggunakan kapal laut, mereka pun hijrah Belanda dan menetap di Breda.
       Kepindahan mereka ke negeri Belanda dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar ini ternyata melahirkan Indo-Rock yang terkenal itu. Ciri kuat Indo-Rock adalah dominasi gitar, instrumen yang dikenalkan orang-orang Portugis saat datang ke Hindia-Belanda sekitar abad ke-14. Permainan gitar ala Portugis yang akhirnya dikenal sebagai musik keroncong ini dipadukan oleh anak-anak Maluku itu dengan musik Hawaii, country, dan rock n`roll yang mereka dengar dari radio-radio Amerika Serikat yang dipancarluaskan dari Filipina atau Australia.
       Di Breda mereka membeli peralatan musik di toko musik Spronk. Setelah berhasil meyakinkan pemilik toko melalui telanta musik yang mereka miliki dengan membawakan "Bye Bye Love"-mua The Everly Brothers dalam versi mereka, pemilik toko memberi kesempatan kepada Andy bersaudara membeli gitar paling mahal dengan merek Miller dan Wilson lewat cara mencicil. Mereka kemudian tampil di Hotel De Schuur di Catharinalaan, Breda. Saat pertama tampil, mereka masih mengusung nama Timor Rhytm Brothers. Namun, kemudian mereka mengubah nama band menjadi The Four Tielman Brothers atau The 4 T`s. Mereka pun mencapai sukses ketenaran di Breda dan dari sana THE TIELMAN BROTHER'S sejarah Rock n Roll Indonesia yang dilupakan bangsanya.
       Ngefans sama The Beatles, Jimmy Hendrix, atau Rolling Stones! Sebuah hal yang wajar karena mereka-mereka itu memang musisi handal yang albumnya selalu dikenang sepanjang masa. Tapi jauh sebelum kejayaan mereka, Indonesia pernah mencatatkan sejarah mencetak band rock gokill pada akhir tahun 1960-an. Mereka bukan Koes Bersaudara ataupun Koesplus atau Pambers, mereka adalah The Tielman Brothers.
       The Tielman Brothers adalah orang keturunan maluku yang besar Surabaya dan pindah ke Belanda untuk mengadu nasib. Mereka adalah kakak beradik dari pasangan Herman Tielman dan Flora Lorine Hess. Pasangan kakak beradik ini antara lain, Andy Tielman (lead guitar, vocals), Reggy Tielman (2nd lead guitar, vocals), Ponthon Tielman (double bass, vocals)Loulou Tielman (drums, vocals). Kebiasaan bermusik di keluarga yang kental lah yang membuat Tielman bersaudara ini sangat mahir dalam bermusik, dan menciptakan sound-sound yang aneh pada zamannya. Cerita The Tielman Brothers dimulai ketika di Surabaya 4 bersaudara Tielman kecil sering memainkan lagu-lagu daerah pada tahun 1945. Mereka tampil saat sang Ayah yang berprofesi sebagai komandan tentara KNIL sering mengajak rekan-rekannya berpesta di rumah. Tak disangka ternyata penampilan kakak beradik ini sangat memukau penonton yang hadir dalam pesta itu. Karena yang hadir dalam pesta itu notabenenya adalah pejabat-pejabat maka The Tielman Brother tidak kesulitan untuk tampil di berbagai pagelaran musik. Mereka pernah tampil di Timor-timur bahkan mereka pernah tampil di hadapan presiden Soekarno di Jakarta pada bulan Desember 1949. Saat itu mereka masih membawakan lagu-lagu dari Les Paul, Elvis Presley, Little Richard, Bill Haley, Fats Domino, Chuck Berry and Gene Vincent. Dan mulai saat itu mereka berkonsentrasi untuk memainkan rock n roll yang lebih garang.
       Tahun 1957 mereka mendapat kesempatan untuk tour di Belanda, akhirnya The Tielman Brothers memutuskan untuk hijrah ke Belanda mengingat masa depannya akan lebih baik jika berada di negeri kincir angin itu. Penampilan pertama mereka adalah di Hotel De Schuur di Breda, dengan membawakan versi lain dari lagu Bye Bye Love nya The Everly Brothers. Setelah penampilan yang heboh di Belanda, The Tielman Brothers semakin dikenal di seluruh Belanda bahkan mereka sering diundang tampil di Belgia dan Jerman. Pada awal tahun 1960 The Tielman Brothers merilis 4 lagu ciptaan mereka sendiri, lagu itu antara lain My Maria, You're Still The One, Black Eyes, dan Rock Little Baby. Lagu ciptaan mereka ternyata banyak disukai oleh orang-orang Belanda. Orang-orang Belanda sering menyebut aliran musik The Tielman Brothers sebagai aliran Indorock. Orang Belanda menyebut Indorock karena kebanyakan band-band tersebut beranggotakan orang-orang Indonesia. Selain The Tielman Brothers ada juga Band Electric Johnny & his Skyrockets , The Crazy Strangers, The Crazy Rockers dan The Black Dynamites(Los Indonesios). Sayang nampaknya di Indonesia sendiri eksistensi mereka kurang dikenal, orang Indonesia lebih menyukai The Beatles, Jimmy Hendrik, dan Rolling Stones. Padahal sebelum The Beatles terkenal Paul Mc Cartney pernah menonton band-band Indorock dan dia sangat terinspirasi akan musik-musik band indorock. Lalu teknik permainan gitar sang dewa gitar Jimmy Hendrik sebenarnya sudah dimainkan secara apik oleh The Tielman Brothers. Jadi berbanggalah Indonesia pernah memiliki The Tielman Brothers.THE TIELMAN BROTHER'S sejarah Rock n Roll Indonesia yang dilupakan bangsanya.

SUMBER       :




Saturday, June 28, 2014

Berawal Dari Dunia Maya

“mau dimaafin emang? kasih nomor hape dulu dong hahaha.”, yaitulah awal perbincangan di jejaring sosial antara Baim dan aku. Kami adalah seorang pelajar di SMA Mars. Baim adalah kakak kelas aku dan dia adalah ketua osis pada waktu aku baru masuk di SMA. Baim bisa dibilang ketua osis yang lumayan lah secara penampilan. Dia putih, tinggi, terus friendly. Tidak bisa dipungkiri mungkin banyak yang tertarik sama si “ketua osis” macem itu. Tapi entah kenapa aku sama sekali tidak tertarik untuk SKSD dengan Baim si ketua osis itu.
    Satu minggu, dua minggu, sebulan banyak banget dari angkatan aku yang nge-follow akun twitter si ketua osis dan pada nge-mention dengan kalimat “kakak, follback doong. thanks yaa:)” memang tidak heran menjadi bagian inti dari osis apalagi menjadi seorang ketua pasti bakalan terkenal dikalangan junior-junior yang baru pada masuk. "Yaampun, ini orang jadi artis mendadak banget satu hari aja udah banyak banget yang minta follow" gumam ku dan pada akhirnya aku pun juga ikut-ikutan nge-follow Baim tanpa nge-mention minta di follback. Dan keesokan harinya ketika aku sedang iseng mengecek followers, ternyata aku sudah difollback, "serius gue difollback haha baik banget, kenal aja juga engga" gumam ku dalam hati. Pada saat itu Baim sudah mempunyai seorang pacar namun aku sama sekali tidak perduli karna memang aku tidak ada perasaan apapun dengan dia.
    Waktu hari terakhir mos aku ingat, semua siswa baru dikumpulkan dilapangan untuk mengikuti kegiatan PBB. Dan aku pun ditunjuk dengan salah satu senior untuk gabung dalam ekskul paskibra. Sampai akhirnya, ketika semua siswa yang sudah tercatat dalam ekskul paskibra disuruh mengikuti latihan dan aku pun terkejut ternyata Baim merupakan anggota paskibra juga. Sebulan bergabung, aku tetep tidak mengenal sosok pribadi Baim. Walaupun sering ketemu  tetep aja buat ngobrol aja juga ada rasa gengsi. Sampai akhirnya aku pun tergabung sebagai anggota osis di sma mars, yang pada akhir tahun ajaran semua siswa dari kelas x dan xi wajib mengikuti yang namanya kegiatan LDK di daerah puncak. Ketika hari H datang semua peserta disuruh berkumpul untuk pembagian bus, tanpa disadari ternyata aku satu bus dengan Baim. Selama perjalanan ke daerah puncak, entah ini perasaan ku saja atau memang kenyataannya aku selalu dipandangi oleh Baim, sesekali aku membalas untuk melihat kearah Baim.
    Tahun ajaran baru pun datang, sudah beberapa bulan terakhir aku jarang sekali bertemu dengan Baim mungkin karena memang dia sudah kelas XII yang memang kegiatannya yang sudah mengharuskan fokus untuk UN dan seleksi pemilihan perguruan tinggi. Dan sampai pada akhirnya tanpa ada pertanda apapun pada bulan April aku dan Baim semakin dekat ya walaupun hanya sekedar main ledekan di jejaring sosial saling berbalas mention yang bisa dibilang gajelas apa yang dibicarain. Sampai sering bertegur sapa di facebook dengan hal konyol yang bikin senyum-senyum sendiri. Kegiatan seperti ini terus berlanjut terus menerus hingga diantara kami sudah tidak ada rasa canggung diantara senior sama junior. Sampai akhirnya dari perbincangan ga jelas itu aku merasa ada rasa yang berbeda diantara kami berdua, entahlah apa itu namanya “apa mungkin aku telah jatuh cinta? Ah, tidak mungkin”.
    Pada akhir bulan Mei anak-anak kelas XII mengadakan pelepasan, dan aku pun ikut terlibat lagi dalam acara seperti itu. Dan yang lebih bikin aku kaget adalah aku memegang kelasnya Baim "hah? XII-SOS-D, gasalah? Aduh gimana ini" aku pun panik. Pada akhirnya malam harinya kami bertegur sapa di facebook seperti biasa.
“eh lo ikut acara pelepasan besok?” Tanya Baim
"oh iyaa gue ikut kak, hmm gue megang kelas lo tau. XII-sos-D kan lo ya?" jawab ku sembari senyum senyum gajelas.
"serius? haha gue ledekin ah besok hati-hati ya" jawab Baim sambil terus terusan ngeledek . Keesokan harinya ternyata bener si ketua osis itu terus ngeledek aku. Aku cuma bisa diem, antara mau ngebales tapi canggung,tapinya malu, tapinya gregetan sekali dengan si ketua osis itu.
    Dan rutinitas seperti ini terus berlanjut di jejaring sosial, sampai akhirnya aku dan Baim semakin dekat dan kita semakin kenal satu sama lain. Kita berdua saling bertukar e-mail, bertukar nomor handphone. Dan pada suatu hari Baim pun selalu melontarkan suatu kalimat yang selalu bikin aku penasaran terus terusan,
"gue mau ngomong kalo gue sebenernya…….."
"iyaaa apa kak? lo kenapa?”
"gue sebenernyaaa……………superman haha ciyee penasaran ya haha"
“ah curang lo kak!!!”
Hal seperti ini terus berlanjut sampai beberapa hari terakhir. Dan akhirnya pada suatu malam aku lupa hari apa itu, si ketua osis culas itu pun menyatakan isi hatinya kepada diriku. Ah, senangnya hati ku saat dia menyatakan isi hatinya kepada ku. Gundah gulana, degdegan, ah serasa naik rollercoaster hati ini berdegup kencang rasanya. Akhirnya, aku pun menerima pernyataan cintanya dia. Ya aku jg merasakan hal yang sama dengan Baim, iya aku sayang kamu Baim. Dan semenjak hari itu, diantara kami berdua sudah tidak ada rasa canggung lagi, iya kami bukan lagi senior dan junior, atau pun teman dan musuh. Kami adalah sepasang pasangan muda yang saling jatuh cinta dalam dunia SMA. Begitu indahnya masa putih abu-abu.  

Program Raskin Atau Beras Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

     Raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial pada rumah tangga sasaran. Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu:
  • tepat sasaran
  • tepat harga
  • tepat jumlah
  • tepat waktu
  • tepat administrasi
  • tepat kualitas
     Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dan mencegah penurunan konsumsi energi dan protein. Selain itu raskin bertujuan untuk meningkatkan/membuka akses pangan keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat dengan jumlah yang telah ditentukan. Pemerintah tidak pernah berhenti memberikan perhatian untuk memakmurkan rakyatnya. Optimalisasi dan efisiensi program-program yang melindungi rakyat bawah terus digalakkan.
    Hal tesebut sebagai bentuk kewajiban yang harus dilaksanakan pemerintah sebagaimana yang terlihat dalam program Beras untuk Rakyat Miskin atau yang lebih dikenal dengan raskin. Raskin merupakan program pemerintah untuk memerankan fungsi sejati negara terhadap keamanan pangan rakyatnya. Program ini berupaya memenuhi ketersediaan pangan rakyat sehingga tidak ada lagi rakyat yang kelaparan akibat kurangnya akses pangan.
     Tindakan semacam ini menjadi penting di tengah usaha pemerintahan SBY dalam menekan angka kemiskinan yang sudah tercipta pada pemerintahan sebelumnya. Seperti yang dijelaskan pemerintah melalui kementerian koordinator kesejahteraan rakyat, pada tahun 2008 pemerintah sudah menyalurkan dana subsidi Raskin sekitar Rp 11,6 triliun. Subsidi tersebut diberikan kepada 19,1 juta Rumah Tangga Sederhana (RTS). Dari keseluruhan tersebut, ditaksir sudah direalisasikan oleh pemerintah sekitar 96,27 persen atau sekitar 3,2 ton beras.Rumah tangga yang berhak menerima beras Raskin, atau juga disebut Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Program Raskin, adalah rumah tangga yang terdapat dalam data yang diterbitkan dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011 yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan disahkan oleh Kemenko Kesra RI.
    Tahun 2012, Program Raskin menyediakan beras bersubsidi kepada 17,5juta RTS-PM dengan kondisi sosial ekonomi terendah di Indonesia (kelompok miskin dan rentan miskin).Sedangkan untuk tahun 2013, Program Raskin menyediakan beras bersubsidi kepada 15,5 juta RTS-PM.
     Program ini sangat membantu keluarga-keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Dengan kebijakan setiap Rumah Tangga Miskin (RTM) mendapatkan sekitar 15 kg jatah beras, tentu program ini sangat meringankan beban rakyat. Tidak heran jika pemerintahan SBY pada tahun 2009 ke depan akan tetap melanjutkan dan berusaha memaksimalkan program raskin agar semakin bermanfaat bagi rakyat.
    Namun sayangnya, tujuan mulia pemerintah untuk memberikan bantuan pada keluarga miskin tidak luput dari penyimpangan. Menurut pemantauan di lapangan, ada beberapa masalah dalam penyaluran program raskin.
  1.  Mengenai salah sasaran. Program raskin yang semestinya disalurkan atau dijual kepada keluarga-keluarga miskin ternyata banyak jatuh pada kelompok keluarga sejahtera. Salah sasaran ini banyak disebabkan oleh human error, di mana para petugas lapangan justru membagi-bagikan kupon raskin pada keluarga dekat atau teman kerabatnya.
  2. Jumlah beras yang dibagikan sering tidak sesuai dengan apa yang telah diprogramkan. Jumlah raskin yang dijual kepada masyarakat (miskin) sudah pasti berkurang karena pembagian beras, sering tidak diukur dalam bentuk kilogram tetapi dalam liter, sehingga kuantitas beras yang diterima tak sesuai dengan apa yang telah diprogramkan. Kekurangan jumlah itu juga terjadi karena petugas lapangan berusaha untuk bertindak adil dengan membagikan raskin kepada (hampir) seluruh warga termasuk yang tidak menerima kupon.
  3. Berhubungan dengan masalah sebelumnya, yakni disebabkan kesalahan data jumlah keluarga miskin. Hal ini terjadi akibat masih buruknya koordinasi antara birokrasi baik dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa, atau kelurahan. Akibatnya, kuantitas (jumlah) keluarga miskin yang didata bisa lebih besar atau lebih sedikit dari yang sebenarnya, sehingga Raskin yang dibagikan akan berdampak pada kekurangan atau (bahkan) kelebihan jatah.
  4. Harga yang tidak sesuai dengan perencanaan awal. Naiknya harga raskin yang harus ditebus warga disebabkan oleh alasan yang seringkali dimunculkan para petugas untuk menjawab ketidaktersediaan dana untuk pengangkutan (distribusi beras atau biaya transportasi), pengadaan kantong plastik, dan lain-lain. Akibatnya, biaya ini dibebankan kepada warga, sehingga tidak heran kalau harga awal berbeda dengan harga di lapangan dapat disimpulkan bahwa penyaluran raskin amat rentan terhadap kesalahan, penyelewengan, dan bahkan manipulasi.

Saran dari saya untuk program raskin ini agar bisa berjalan lancar dengan semestinya yaitu :
  • Perlu adanya ketegasan dan memperkuat pengawasan dari pihak pemerintah dalam penentuan RTS-PM yang memang benar sesuai dengan indikator tingkat kemiskinan sehingga raskin tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan. 
Sumber :

Kebijakan Pemerintah Dalam Perdagangan Internasional

     Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama, penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.
     Kebijakan Perdagangan Internasional adalah kebijakan yang dilakukan suatu negara yang berupa tindakan ataupun peraturan yang mempengaruhi baik langsung ataupun tidak langsung terhadap struktur, komposisi dan arah perdagangan internasional dari ke negara tersebut serta rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional.
Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional:
1. Melindungi kepentingan ekonomi nasional
2. Melindungi kepentingan industri di dalam negeri
3. Melindungi lapangan kerja
4. Menjaga stabilitas dan keseimbangan neraca pembayaran internasional
5. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi
6. Menjaga stabilitas nilai tukar/kurs valas
    Setiap negara mempunyai kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam negeri mereka dari dampak negatif persaingan yang ditimbulkan dalam perdagangan internasional. Perdagangan internasional memungkinkan masuknya barang-barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri.

    Jika barang dan jasa dari luar negeri lebih banyak dan lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan produk dalam negeri, maka hal itu akan berdampak buruk bagi perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuat suatu kebijakan perdagangan internasional.

A) Kebijakan Proteksi
     Kebijakan ini merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang tumbuh (infant industry), dan melindungi perusahaan baru dari perusahaan-perusahaan besar yang semen-mena dengan kelebihan yang ia miliki, selain itu persaingan-persaingan barang-barang impor.
Tujuan dari kebijakan ini, yaitu :
  • Memaksimalkan produksi dalam negeri.
  • Memperluas lapangan pekerjaan.
  • Menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan akan terganggu jika bergantung dengan negara lain.
Kebijakan Proteksi akan berjalan dengan meliputi :
1. Tarif dan Bea masuk
    Tarif adalah suatu pembebanan atas barang-barang yang melintasi daerah pabean (custom area). Dan semua barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk. Dengan adanya bea masuk yang besar atas barang dari luar negeri, mempunyai maksud untuk melindungi industri dalam negeri dan untuk memperoleh pendapatan negara. Bentuk umum kebijakan tarif yaitu penetapan pajak impor dengan prosentase tertentu dari harga barang yang diimpor. Ini juga untuk mendorong konsumen untuk terus menggunakan barang-barang dalam negeri.

Macam-macam penentuan tarif atau bea masuk, yaitu :

a. Bea ekspor (export duties) adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara
    lain (diluar custom area)
b. Bea transito (transit duties) adalah pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui batas
    wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lain.
c. Bea impor (import duties) adalah pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu
    negara (tom area)

2. Subsidi
    Subsidi adalah kebijakan pemerintah yang diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan dapat bersaing dengan barang impor. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus ke arah perang subsidi. Dampak kebijakan subsidi : Harga barang di pasar tetap, Produksi dalam negeri meningkat, Jumlah barang di pasar tetap dan Impor barang turun.

3. Larangan Impor
    Larangan impor adalah kebijakan pemerintah dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik.  Dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri.
Akibat kebijakan pelarangan impor : Harga barang naik, Produksi dalam negeri meningkat, dan Jumlah barang di pasar turun.

4. Dumping
    Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Kebijakan ini hanya berlaku sementara, harga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
Namun, pelaksanaan politik dumping dalam praktik perdagangan internasional dianggap sebagai tindakan yang tidak terpuji (unfair trade) karena dapat merugikan negara lain.

5. Kuota
    Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.

6. Premi
    Pengertian premi adalah “bonus” yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan pemerintah untuk para produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang ditetapkan oleh pemerintah. Tindakan pemerintah dengan membayar kelebihan harga untuk tiap unit hasil produksi atau tiap barang yang diekspor. Dampaknya yaitu produksi dalam negri dapat bersaing di luar negri.

B) Kebijakan Perdagangan Bebas (FreeTrade)
     Kebijakan perdagangan bebas adalah kebijakan pemerintah yang menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun.  Pihak-pihak yang mendukung kebijakan ini beralasan bahwa perdagangan bebas akan memungkinkan setiap negara berspesialisasi memproduksi barang dan menjadikannya keungglan komparatif.

C) Kebijakan Autarki
     Kebijakan autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, maupun militer, sehingga kebijakan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang menganjurkan adanya perdagangan bebas.

Sumber :
http://umihanasumi.blogspot.com/2011/03/kebijakan-perdagangan-internasional.html
http://yumeikochi.wordpress.com/2011/05/16/kebijakan-perdagangan-internasional/
 
Ice Cream Blogger Template by Ipietoon Blogger Template